Minggu, 29 April 2012

Si Sopak, Si Botak Dan Si Buta





         Pada suatu hari Allah memerintahkan malaikat bertemu dengan tiga orang Bani Israil. Ketiga-tiga mereka cacat; seorang botak, seorang sopak dan seorang lagi buta.
    Malaikat yang menyamar seperti manusia itu bertanya kepada si-sopak "Jika Allah hendak kurniakan sesuatu untuk kamu, apakah yang kamu mau?" Si-sopak menjawab, "Saya mau kulit saya sembuh seperti biasa dan diberi kekayaan yang banyak." Dengan takdir Allah, kulitnya kembali sembuh dan dikurniakan rezeki yang banyak.
    Kemudian malaikat bertanya si-botak pertanyaan yang sama. Si-botak menjawab, "Saya mau kepala saya berambut semula supaya kelihatan kacak dan diberikan harta yang banyak." Tiba-tiba, dengan kurnia Allah si-botak itu kembali berambut dan diberikan harta yang banyak.
    Selepas itu malaikat menanyakan si-buta pertanyaan yang sama. Si-buta menjawab, "Saya hendak mata saya dicelikkan semula dan diberikan harta yang banyak." Dengan takdir Allah, mata si-buta menjadi celik dan dikurniakan kekayaan yang melimpah.
    Selang beberapa bulan, Allah memerintahkan semula malaikat untuk berjumpa dengan ketiga-tiga orang cacat itu. Kali ini malaikat menyamar sebagai peminta sedekah. Dia berjumpa dengan orang pertama yang dulunya sopak dan meminta sedikit uang. 'Si-sopak' itu tidak mengulurkan bantuan, malah menghardik malaikat. Malaikat berkata, "Saya rasa saya kenal kamu. Dulu kamu sopak..dan miskin. Allah telah menolong kamu." Si-sopak tidak mengaku. Dengan kuasa Allah, si-sopak yang sombong itu bertukar menjadi sopak semula dan bertukar menjadi miskin.
    Kemudian malaikat berjumpa dengan si-botak yang telah menjadi kaya dan berambut lebat. Ketika malaikat meminta bantuan, si-botak juga enggan membantu, malahan dia tidak mengaku bahawa dia dulu botak. Oleh sebab sombong dan tidak tahu diri, Allah menjadikan kepalanya botak semula dan bertukar menjadi miskin.
    Malaikat berjumpa dengan orang buta yang telah diberikan penglihatan. Apabila malaikat meminta bantuan, si-buta memberikan keseluruhan hartanya dan berkata, "Ini semua harta pemberiaan Allah. Ambillah kesemuanya. Mata saya yang kembali celik ini adalah lebih berharga daripada kesemua harta ini." Malaikat tidak mengambil pemberian itu. Dia memberitahu bahwa dia adalah malaikat yang pernah datang dulu. Kedatangannya kali ini ialah untuk menguji siapa di antara mereka bertiga yang bersyukur.
    Si-buta yang bersyukur itu terus dapat menikmati kekayaan dan penglihatannya. Manakala si-sopak dan si-botak kekal dengan keadaannya yang asal.


  Jadi, ujian Allah yang perlu kita waspadai bukanlah ujian yang menyulitkanmu, melainkan ujian yang memberimu kenikmatan. Orang cenderung bisa bertahan pada ujian berupa kesulitan, karena ia tidak memiliki pilihan lain, selain mencoba menjalaninya dengan tabah. Tetapi jika engkau diberi kekuatan berupa harta dan kekuasaan, maka tingkah laku asli-mu akan keluar. Karena itu jika engkau ingin melihat sifat asli seseorang, maka lihatlahtingkah lakunya, mana kala ia memegang tampuk kekuasaan dan harta.
    Sahabatku, sungguh, harta dan kekuasaan itu hanyalah pemberian dari Allah, sehingga engkau sebagai yang diberi, sama sekali tak pantas menyombongkannya. Sang pemberi-lah yang pantas sombong, karena ia-lah Pemilik Semua Pemberian. Allah mengkaruniakan kesenangan dan kenyamanan sebagai ujian untuk melihat siapakah di antaramu yang bersyukur. Untuk manusia yang bersyukur maka Allah akan menambah kurniaNya. Sebaliknya manusia yang kufur akan diazab oleh Allah. Dan ketahuilah anakku, sangatlah sedikit hamba Allah yang bersyukur.
    Sahabatku, Allah memberi kurnia kepada sesiapa yang dikehendakiNya dan menarik nikmat daripada siapa sahaja yang dikehendakiNya. Ketika Ia menarik nikmat darimu, maka Ia ingin agar engkau kembali kepada-Nya untuk memohon hajatmu, kemudian Ia mengabulkannya. Dan ketika ia memberikanmu nikmat, maka Ia ingin agar engkau kembali kepada-Nya untuk mensyukurinya. Kedua jenis cobaan itu akan kembali ke satu muara, yaitu Allah.
    Nah sahabatku, lain kali kau berhenti di lampu merah, dan ada pengemis mengulurkan tangan, sudilah engkau merogoh receh barang sekeping untuk sedekah. Barangkali ia adalah penjelmaan malaikat, yang diberi kuasa oleh Allah untuk mencabut semua karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, mana kala engkau bakhil dan menolak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar